Fatma Saifullah Selesai Baksos Mampir Ke Masjid Cheng Hoo

September 11, 2010 by admin  
Filed under Berita, Kegiatan Cheng Hoo

Takmir Masjid Cheng Hoo memberi Juz Am'ma 4 bahasa dan piring kenang-kenangan kepada Ibu Fatma Saifullah

Menjelang sholat Ashar pukul 14.30 WIB (2/9) Fatma Saifullah (istri wagub) yang juga ketua Badan Kerjasama Organisasi Jawa Timur yang terdiri dari 42 cabang datang bersama anggotanya dan komunitas mercedes benz. Fatma Saifullah mengatakan kedatangan ke Masjid Cheng Hoo untuk menjalankan sholat sekaligus ingin mengetahui sejarah masjid berarsitektur Tiongkok. Selama di Masjid Cheng Hoo, Ustad Hariono Ong yang menceritakan serajah masjid dan setelah itu memberikan cinderamata.

Fatma juga menjelaskan jika dirinya dan rombongan selesai melakukan bakti sosial dengan membagikan 150 bingkisan sembako berisi beras, susu, mie, dan sebagainya serta uang tunai kepada seluruh seniman di gedung Srimulat. Lalu kaum dhuafa 50 paket dan uang tunai. Terakhir sembako dan uang juga dibagikan kepada 100 anak jalanan.

PITI SIDOARJO BERBAGI BERSAMA 100 ANAK YATIM

September 11, 2010 by admin  
Filed under Berita, Kegiatan PITI

Pengurus PITI Sidoarjo buka bersama 100 anak yatim piatu

Sidoarjo (29/8), acara buka bersama 100 anak yatim piatu juga digelar PITI Sidoarjo dengan donatur utama H. Handoko selaku Dewan Penasihat. Anak-anak yatim piatu dari sekitar kota Sidoarjo memenuhi ruangan lantai 2 MC Donald Sidoarjo. Mereka Anak-anak tersebut mendapat bingkisan berupa peralatan sekolah, snak dan mainan. Pemberian bingkisan secara simbolis dilakukan sekretaris PITI Jatim H. Haryanto Satrio (张心好) dan pengurus lain.

Ketua PITI Sidoarjo Bambang Irawan (Tan Swie Mbing) mengungkapkan rasa kegembiraannya dapat menyelanggarakan acara dan dihadiri pengurus PITI Jatim dan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia. Bambang berharap kegiatan sosial  terus dapat dilakukan setiap tahunnya dengan menggandeng para donatur.

Sebelum adzan berkumandang, anak-anak tersebut mendengarkan ceramah dari Ustad muda Hasan Basri (林夫三) yang mengambil tema tentang pentingnya menjalankan ibadah dengan tekun.

Hasan Basri lulusan IAIN Sunan Ampel Surabaya memberi berbagai pertanyaan seputar agama Islam dan selalu dijawab dengan benar. Ceramah yang hanya 20 menit tersebut dilanjutkan dengan doa berbuka puasa. Anak-anak yatim pun antri mengambil makanan dan minuman yang telah disediakan dan langsung pulang.

H. Handoko 傅子水 (Fu Tjie Swie) pemilik Al Handoko Motor yang hadir bersama seluruh karyawannya sore itu juga memberikan sejumlah uang kepada kaum dhuafa (tidak mampu). Handoko menjelaskan jika kegiatan berbuka bersama anak yatim piatu dan kaum dhuafa selalu dilakukannya setiap tahun. “Membahagiakan anak yatim piatu di bulan Ramadhan bagi kami adalah keharusan. Paket bingkisan dan uang yang dibagi tidak seberapa jumlahnya itu dapat digunakan untuk Lebaran nanti,” jelasnya setelah selesai acara.

BUKA PUASA BERSAMA ANAK YATIM SE SURABAYA – MADURA

September 11, 2010 by admin  
Filed under Berita, Kegiatan Cheng Hoo

HMY Bambang Sujanto menerangkan 9 pohon gading

Bpk. Ridwan S. Hardjono dan Bpk. Alim Markus serahkan bingkisan kepada anak yatim piatu

Buka puasa bersama ratusan anak yatim kembali digelar di halaman depan Masjid M. Cheng Hoo. Kali ini diselenggarakan secara bersama oleh Yayasan Asma Indonesia, Yayasan Jantung Indonesia, Polowijo Gosari, Yayasan Pondok Kasih, YBSBA, PITI Jatim, Yayasan H.M. Cheng Hoo Indonesia, dan Maspion.

Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB (1/9) dilakukan penanaman pohon Gading secara simbolis oleh Ridwan S. Hardjono dan Prof. M. Sjaifuddin Noer, dr., SpBP (K) putra ketiga HM. Noer yang diserahkan HMY. Bambang Sujanto dijalan Gading depan Gedung PITI Jatim. “Pohon Gading yang ditanam disini berjumlah 9 melambangkan walisongo dan atas petunjuk H.M. Noer semasa hidup kepada saya langsung,” jelas HMY Bambang Sujanto di depan para hadirin yang menyaksikan penanaman pohon tersebut.

Acara buka puasa bersama anak yatim yang diselenggarakan di Masjid Cheng Hoo juga atas permintaan almarhum H.M. Noer sebelum wafat. Acara yang berlangsung meriah dengan diikuti hampir 650 anak yatim tersebut juga dihadiri keluarga besar H.M. Noer, Alim Markus, ketua MUI Abdusomad Buchari, para donatur, Bupati Sampang, pengurus YHMCHI – PITI Jatim, anggota dan pengurus Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya.

Pada kesempatan itu,  Prof. M. Sjaifuddin Noer, dr., SpBP (K) ketua “Panitia Berbuka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu’ mengatakan jika tahun ini berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp. 705.397.284,- dari para donatur yang langsung diberikan kepada 1.125 anak yatim piatu se- Madura dan 1.134 anak yatim piatu se-Surabaya. “Setiap anak mendapatkan dana pendidikan sebesar Rp. 275.000,-,” jelas dosen UNAIR yang juga dokter ahli bedah plastic RS. Dr. Soetomo Surabaya tersebut.

Sjaifuddin juga menjelaskan jika memberikan santunan kepada anak yatim piatu telah dilakukan ayahnya H.M. Noer sejak 19 tahun lalu bersama para donatur. Pada awalnya terkumpul dana sebanyak 28 juta rupiah untuk anak yatim se Surabaya saja, lalu tahun berikutnya dana terkumpul sebanyak 61 juta rupiah yang dibagikan kepada panti asuhan Surabaya dan Kab. Sampang. Baru pada tahun 2001 panti asuhan di seluruh kabupaten Madura dapat bergabung dan diberikan santunan.

Selesai Sjaifuddin memberikan penjelasan di depan para hadirin lantas memberikan santunan dana pendidikan kepada anak yatim piatu secara simbolis. Ridwan S. Hardjono ketua Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya dan Alim Markus juga memberikan bingkisan secara simbolis.

Yayasan Bhakti Persatuan dan Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya berpartisipasi dengan memberikan sumbangan berupa paket bingkisan sebanyak 1.500 yang dibagikan kepada anak yatim piatu se-Surabaya dan Madura.  Demikian pula dengan para donatur perseorangan memberikan bantuan berupa dana uang, dan PT. Aplus Pacific Jakarta.

Acara terakhir dilanjutkan dengan ceramah oleh KH. Abdul Aziz hingga menjelang waktu buka puasa.

PITI PONOROGO GUYUB DENGAN BAKTI SOSIAL

September 11, 2010 by admin  
Filed under Berita, Kegiatan PITI

Ketua PITI Ponorogo menyerahkan bantuan kepada penduduk miskin

DPD PITI Ponorogo geliatnya lambat namun tetap di hati masyarakat, karena pengurusnya bersemangat melakukan kegiatan sosial dengan bergabung Masyarakat Pengusaha Ponorogo (MPP) dan pemerintah. Inilah sekelumit tentang DPD PITI Ponorogo saat Komunitas bertandang ke Kota Reog.

DPD PITI Ponorogo yang diketuai Ichwan Sutrisno Hardjo (Ngo Kwong Jiang) yang menerima tongkat estafet dari Rustiono mengaku tidak banyak kegiatan yang dilakukan organisasinya karena anggotanya kurang aktif. Ichwan menyadari hal itu dan ia pun tidak patah semangat bersama Sukotjo Iwan, Hadi Widjaja dan anggota lain bersemangat mengikuti berbagai kegiatan dari organiasasi lain, pemerintah dan bergabung bersama Masyarakat Pengusaha Ponorogo.

Namun setiap bulan Ramadhan, DPD PITI Ponorogo mengupayakan menggalang dana dari para pengusaha Tionghoa baik muslim non muslim untuk memberikan beras zakat kepada kaum dhuafa. “Kami kumpulkan dana dari para pengusaha dan diberikan langsung kepada yang berhak menerima,” terang Hadi Widjaja.

Menurut Sukotjo Iwan (Djie Djang Tjau) keberadaan PITI Ponorogo sebetulnya masih aktif, para anggota cepat bergabung jika diminta melakukan bakti sosial. Namun patut disayangkan  banyak muslim Tionghoa yang tidak mau bergabung ke dalam organisasi tersebut yang memiliki tujuan mulia berdakwah dan membantu sesama. “Kami pernah memberi rekomendasi dan pengarahan kepada seorang warga Taiwan yang menikah dengan wanita desa Ponorogo. Kami mengajari dan memberikan pengetahuan bagaimana menjadi seorang muslim. Alhamdulillah hingga kini warga Taiwan tersebut tetap menjadi muslim dan hidup di Ponorogo,” terang Sukotjo.

Saat baksos bersama Pangdam V Brawijaya dan Kodim 0802 Ponorogo, DPD PITI Ponorogo langsung ikut terjun ke Desa Karangpatihan Kecamatan Balong dan Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon yang terletak di bawah kaki gunung sejauh 15 km dari wilayah kota. Menurut Sukotjo, DPD PITI Ponorogo dan Pengusaha Tionghoa Ponorogo telah beberapa kali memberikan bantuan baik berupa sembako dan obat-obatan. Kondisi parah masyarakat idiot Desa Karangpatihan yang juga menderita penyakit gondok, membuat DPD PITI Ponorogo prihatin serta mengirimkan bantuan obat-obatan.

Sukotjo Iwan

Tertarik Pelajari Perilaku Orang Islam

Bapak empat anak ini mengaku blak-blakan tertarik masuk Islam karena melihat perilaku pemeluk Islam disekitarnya. Menariknya bukan perilaku baiknya namun perilaku kurang pantas yang dilakukan beberapa orang misalnya menikah lebih dari satu bahkan SARA. “Saya penasaran dan akhirnya mempelajari agama Islam, ternyata Islam ajaran yang baik tidak seperti yang dilakukan orang-orang itu,” jelas Sukotjo.

Tekun, Sukotjo mempelajari Islam dan menemukan banyak jawaban atas pertanyaan dalam hidupnya. Sukotjo melihat indahnya ajaran agama Islam yang seharusnya dilakukan pemeluknya sesuai dengan Al Qur’an.

Setelah lama mempelajari agama Islam, Sukotjo yakin masuk Islam. Ia melihat Rasulullah ahli ekonomi yang handal, maka Sukotjo ingin membangkitkan teman-teman muslimnya untuk mencontoh Rasulullah.

“Tahun 1975 saya memiliki pabrik mie keriting, waktu itu mesinnya saja harganya hampir 1 milyar rupiah. Krisis ekonomi tahun 90-an berdampak pada usaha saya. Saya tidak mampu menambah modal, sehingga saya banting stir ke usaha lain,” jelasnya.

Kini Sukotjo yang eksis dalam penjualan alat-alat pertanian, berharap para petani pandai memanfaatkan hasil panenan. “Saya melihat harga jual panen raya malah anjlok. Bahkan sampai sekarang seperti itu. Saya ingin petani dalam berdagang meniru Rasulullah,” terangnya tanpa menggurui.

Sukotjo mengakui dirinya masuk ke kota Ponorogo dan belajar budaya setempat hingga 15 tahun. Walau merasa dirinya orang penduduk setempat, Sukotjo tidak meninggalkan adat dan budaya nenek moyangnya. Sukotjo pun akrab dengan semua kalangan baik pejabat, masyakarat, dan pengusaha. Karena ia tak pernah enggan untuk membantu sesama baik dengan tenaga maupun dana.

Sholat Idul Fitri 1431 H di Masjid M. Cheng Hoo

September 11, 2010 by admin  
Filed under Berita, Kegiatan Cheng Hoo

Sholat Idul Fitri tetap semangat walau hujan gerimis

Sholat Idul Fitri yang jatuh pada hari Jumat (10/9) sejak pagi Surabaya diguyur hujan, para jamaah yang melaksanakan sholat di Masjid M. Cheng Hoo pun harus naik ke gedung serbaguna untuk menghindari hujan.

Sebanyak hampir 2.000 lebih jamaah pagi itu mengikuti sholat Idul Fitri dengan penceramah  KH. Imam Hambali pengasuh Pondok Pesantren Al Jihad. Jamaah yang datang tidak hanya dari sekitar komplek Masjid M. Cheng Hoo tapi dari berbagai wilayah.

OPEN HOUSE KELUARGA BESAR PITI JATIM

September 11, 2010 by admin  
Filed under Berita, Kegiatan PITI

Panitia Open House dan pengurus PITI Jatim

Selesai melaksanakan sholat Idul Fitri, keluarga besar PITI Jatim mengadakan open house tepat pukul 07.30 WIB. Hampir seluruh pengurus PITI daerah hadir dalam acara tersebut termasuk pengurus Yayasan H.M. Cheng Hoo Indonesia. Edwin Suryalaksana ketua PITI Jatim mengungkapkan acara open house di halaman kantor PITI Jatim setelah sholat Idul Fitri  telah dilakukan dua kali selama ia memimpin organisasi islam Tionghoa tersebut. “Tujuannya untuk mempererat tali silaturrahmi,” jelas Edwin dihadapan para hadirin.

Dalam acara open house juga diserahkan bingkisan sembako kepada seluruh takmir atau ustad, satpam, cleaning service dan staf PITI Jatim dan Yayasan H.M. Cheng Hoo Indonesia. Setelah itu dilanjutkan makan pagi dengan menu khas lebaran yakni ketupat diiringi tampilan Latansa Voice yang menyanyikan lagu-lagu berbahasa Mandarin dan daerah.

Pada kesempatan itu H. Ma’mun Hasan bendahara YHMCHI meminta agar acara open house selalu diadakan setiap tahun sebagai agenda rutin. (Aprilia)

KOLEKSI PERNAK PERNIK ASESORIS CHENG HOO MULAI DIBURU

March 25, 2010 by admin  
Filed under Kegiatan Cheng Hoo

Banyak wisatawan baik dari luar negeri maupun dalam negeri yang setiap harinya datang ke Masjid Cheng Hoo. Mereka selain melihat masjid dan berkeliling komplek dan terakhir berfoto ria. Namun para wisatawan ini pulang tidak dengan tangan hampa, mereka lantas memburu berbagai pernak pernik asesoris bergambar Masjid Cheng Hoo.
Pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia tanggap akan hal itu dan membuat berbagai barang kenang-kenangan khas Cheng Hoo selain peci yang telah dikenal wisatawan. “Kami telah menyediakan berbagai barang asesoris baik untuk koleksi, hadiah maupun buah tangan, seperti piring, mug, notes, jam, kaos, stiker, hiasan mobil dan masih banyak lagi. Harganya tidaklah mahal cukup terjangkau dan bisa dipajang maupun dipakai,” jelas Unang Angkawdjaja yang siang itu turut membantu para pembeli yang datang.
Para pengunjung yang datang dari berbagai wilayah banyak yang memburu kaos maupun peci. Tapi saat ini berbagai asesoris mulai disukai untuk dibawa pulang. Salah satu pengunjung, Lily Zahroty yang siang itu khusus ke Masjid Cheng Hoo untuk membeli berbagai barang souvenir. “Saya akan hadiahkan kepada keluarga yang jauh. Mereka banyak yang meminta saya benda souvenir khas dari Surabaya yang bisa untuk koleksi. Saya keliling hanya untuk mencarikan souvenir tersebut. Kebetulan di Masjid Cheng Hoo banyak menyediakan aneka souvenir, jadi kloplah,” terang ibu tiga anak asal Malang.
Aneka souvenir yang dijual di toko di depan Masjid Cheng Hoo tersebut harganya bervariasi mulai dari seribu rupiah hingga 50 ribu rupiah. “Untuk piring Cheng Hoo kami beri harga 30 ribu, mug seharga 20 ribu, jam 23 ribu, dan masih banyak lagi. Kami juga menyediakan peralatan sholat, jilbab, jepit, gelang, tasbih yang dirangkai sendiri. Semua kami sediakan untuk memenuhi permintaan pengunjung saja,” terang humas Unang Angkawidjaja yang siang itu terus berpromosi kepada para pengunjung.
Unang Angkawidjaja humas dan H. Abdurrahman Djoko Widjaja ketua umum YHMCHI hampir setiap hari berada di lingkungan Masjid Cheng Hoo yang selalu setia menerima tamu berkunjung. Para tamu yang datang pun selain dipersilahkan masuk masjid juga diajak berdiskusi demi kemajuan. “Para wisatawan kami minta memberi masukkan apa saja untuk kebaikan dan pembenahan Masjid Cheng Hoo, agar lebih baik tentunya. Kami pengurus ingin selalu memberi pelayanan yang terbaik untuk wisatawan maupun jamaah,” imbuh H. Abdurrahman Djoko Widjaja yang selalu ramah dan tersenyum dan juga mengakhiri wawancara dengan Komunitas.

Pemkab – PITI Jember Bangun Masjid Cheng Hoo Jember

March 25, 2010 by admin  
Filed under Kegiatan Cheng Hoo

Masjid Cheng Hoo Surabaya menjadi ikon untuk pembangunan masjid serupa di dua daerah yang telah terwujud yakni Pandaan dan Palembang. Tahun 2010 ini menyusul Pemerintah Kabupaten Jember dan PITI Jember akan mewujudkan pembangunan Masjid Cheng Hoo di daerah Kaliwates Kelurahan Sempusari.
Namun sebelum membangun Masjid Cheng Hoo di Jember Komisi A DPRD setempat bersama pengurus PITI Jember bersilaturrahmi ke Ketua Umum Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia H. Abdurrahman Djoko Widjaja, Ketua PITI Jatim Edwin Suryalaksana dan Pendiri Masjid Cheng Hoo HMY Bambang Sujanto dan seluruh pengurus yayasan serta takmir pada sore hari pukul 16.00 WIB (12/3).
Komisi A DPRD Jember langsung dipersilahkan melihat bangunan masjid dan sarana penunjang yang ada. “Setelah melihat Masjid Cheng Hoo beserta sarananya kami mantab untuk membangun dan mohon dukungan moral agar segera terwujud. Masjid Cheng Hoo tak hanya menarik arsitekturnya namun juga substansi masjid dengan pengkaderan seperti sekolah 4 bahasa, pengobatan, olahraga dan sebagainya. Kami akan membuat serupa lengkap dengan yayasannya di Jember,” jelas H.M. Jufriadi ketua Komisi A di depan pengurus YHMCHI.
HMY Bambang Sujanto pendiri Masjid Cheng Hoo langsung menanggapi permohonan pemerintah Kabupaten Jember dan PITI Jember agar sesegera mungkin merealisasinya. “Sewaktu membangun masjid ini kami tidak memiliki dana sama sekali. Lalu kami mencetak Juz Amma 4 bahasa dan dijual. Saat itu kami hanya mempunyai dana 500 juta rupiah, dan kami membeli tanah masjid dengan dana KPR sebesar 3 milyar. Pembayarannya menyicil selama lima tahun namun dengan bantuan para donatur kami melunasinya hanya dalam jangka waktu setahun saja,” jelas Bambang.
Bambang juga menambahkan jika Masjid Cheng Hoo sengaja dibangun kecil dengan memiliki banyak makna. Kecilnya bangunan karena muslim Tionghoa tidak banyak, dan lapangan yang besar dapat dimanfaatkan untuk berbagai acara dengan memasang terop.
“Ukuran masjid 9 x 11 artinya 9 itu walisongo dan 11 itu ukuran Kabah, atapnya segi depalan menandakan keberuntungan juga sejarah saat Nabi Muhammad dengan seijin Allah bersembunyi di sebuah gua yang ditutupi sarang laba-laba segi delapan. Masjid Cheng Hoo sangat merakyat karena kami menerima pedagang PKL berjualan secara tertib tanpa membayar,” imbuh Bambang lagi.
Bambang Pramono/Tan Ping Hwie ketua PITI Jember menerangkan pula jika pembangunan Masjid Cheng Hoo Jember akan diwujudkan jika pengurusan tanah hibah dari Bupati Jember selesai pengurusannya dalam bulan ini. “Ukuran masjid akan sama desainnya mirip ada perbedaan sedikit. Sarana seperti pendidikan, olahraga, tempat menikah, berkumpul akan kami bangun juga. Dana pembangunan kami peroleh dari swadaya para donatur,” jelas Bambang Pramono.
Pembangunan Masjid Cheng Hoo Jember ide awalnya dari kesungguhan H.M. Lauw Song Tjai wakil ketua PITI Jember yang menginginkan masjid terwujud. Ia pun mendiskusikan dengan pengurus PITI Jember dan mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah Kabupaten Jember.
“PITI Jatim sangat mendukung cepat terealisasinya Masjid Cheng Hoo Jember untuk sarana beribadah. Muslim Tionghoa di Jember makin aktif dalam bidang keagamaan selain menjadi jujugan para muallaf,” harap Edwin Suryalaksana.
Sebelum bertolak menuju Masjid Cheng Hoo Pasuruan pukul 19.00 WIB, rombongan mendapat souvenir berupa Jam, peci, piring Cheng Hoo, Juz Amma dari pengurus YHMCHI dan bingkisan Al Qur’an dari PITI Jatim.

PT. Aplus Pacific Jakarta Buka Puasa Bersama 500 Anak Yatim Piatu di Masjid M. Cheng Hoo Surabaya

March 25, 2010 by admin  
Filed under Kegiatan Cheng Hoo

Buka puasa sekaligus memperingati HUT RI ke-65 digelar di halaman Masjid M. Cheng Hoo dengan donatur utama PT. Aplus Pacific Jakarta  dari pukul 15.00-17.30WIB (17/8). Sebanyak 500 anak yatim di sekitar Surabaya diundang dan diberikan santunan berupa uang dan peralatan sekolah. Hadir di tengah-tengah pengurus YHMCHI, PITI Jatim dan PMTS, Tri Rismaharini yang  membaur dengan anak-anak yatim piatu dan masyarakat.

Buka puasa bersama anak yatim piatu digagas PT. Aplus Pacific Jakarta bekerjasama dengan YHMCHI dan PITI Jatim semata-mata untuk meringankan beban dan menyenangkan hati anak-anak tersebut. PT. Aplus Pacific Jakarta berencana akan menyelenggarakan acara serupa pada tahun depan di Masjid M. Cheng Hoo.

H. Abdul Nurawi (Njo Gwan Wie) ketua panitia mengungkapkan acara peringatan HUT RI dan buka puasa bersama 500 anak yatim piatu pertamakali diselenggarakan di Masjid M. Cheng Hoo. “Jika buka puasa untuk para jamaah setiap tahun kita selalu laksanakan, apalagi saat ini waktunya bertepatan dengan peringatan 17 Agustus,” jelas H. Nurawi.

Joseph Ichwan (Wang Rui Chen) mewakili PT. Aplus Pacific Jakarta mengungkapkan rasa bahagianya melihat dana yang disalurkan tepat pada sasaran yakni anak yatim piatu. Demikian pula dengan Tri Rismaharini yang berkesempatan memberi sambutan mengingatkan para hadirin cilik agar tidak membeda-bedakan sesama karena  semua sama.

Sebelum maghrib Joseph Ichwan, H. Abdul Nurawi, Edwin Suryalaksana, Tri Rismaharini, Lim Ou menyerahkan secara simbolis kepada anak yatim piatu berupa angpou dan tas sekolah lengkap beserta isinya. Acara dimeriahkan grup musik Islami Al Cheng Hoo, lagu-lagu 4 bahasa oleh TK Istana Balita dan ceramah Ustad Syaukani Ong  yang mengambil tema tentang puasa.

Jamaah M7 DPD PITI Surabaya Wisata Rohani Kampung Margorukun

March 25, 2010 by admin  
Filed under Kegiatan PITI

Pengajian dengan selingan nilai edukatif sedang digalakkan PITI Jatim, demikian pula DPD PITI Surabaya yang langsung menindaklanjuti. Setiap Minggu pagi, DPD PITI Surabaya menggelar pengajian tetap yang dihadiri jamaah setianya berjumlah kurang lebih 200-an orang. Pengajian dikemas dengan berbagai tema dan ustad yang berganti-ganti sehingga selalu diminati para jamaah.
Menariknya pada Minggu (7/03) pagi para jamaah pengajian M7 setelah mendapat siraman rohani langsung mengadakan wisata rohani edukasi. “Setelah pengajian berakhir, para jamaah kami ajak melihat Kampung Bunga Margorukun RT 7 RW 10. Tujuannya melihat dari dekat kegiatan warga setempat yang berhasil mengelola kampung sehingga dapat menambah pendapatan keluarga,” jelas Ustad Lukman ketua rombongan.
Ibu-ibu pengajian M7 dan pengurus DPD PITI Surabaya selama berada di Kampung Bunga diterima ketua RT 7 Sugiharto dan M. Fauzan kader kepemudaan Legundhi. Sugiharto menunjukkan berbagai barang hasil kreasi warga. “Aneka kerajinan dari sampah yang didaur ulang dibuat warga kami selama setahun terakhir dan kami ekspor ke Jepang dengan harga 300 ribu perbuah untuk tas, tapi kalau membeli di tempat ini kami beri harga hanya 60 ribu saja,” jelas ketua RT setempat.
Sugiharto mengajak jamaah M7 berkeliling kampung yang asri pagi itu. “Kami menyediakan penginapan jika ada turis lokal maupun mancanegara yang akan menginap untuk studi lingkungan. Seharinya 100 ribu lengkap dengan makan 3 kali, dan penginapan itu adalah rumah warga kami sendiri,” imbuh Sugiharto lagi.
Jumlah warga RT 7 saat ini tercatat 171 KK 600 orang. Inovasi lingkungan terus dilakukan warga dengan membangun taman lansia di sepanjang rel kereta api. Berbagai sirup juga dibuat warga dan produk unggulannya sirup blimbing wuluh. “Harga sirup sebotol hanya 10 ribu rupiah, dana manisannya perbungkus hanya 1.500 rupiah. Kami juga memiliki mesin pencacah sampah, sehingga dapat membuat pupuk hidroponik. Air limbah rumah tangga kami saring pula untuk penyiraman tanaman di depan rumah warga. Jadi semua sampah di sini diolah dengan baik,” terang Sugiharto lagi.
Margorukun dahulu menjadi kampung terkumuh tahun 2006, namun sejak 2009 dinobatkan sebagai wilayah terbersih dan kreatif. “Tahun 2007 semua warga bertekad untuk mengubah wajah kampong sehingga menjadi proyek percontohan,” ujar Sugiharto kepada jamaah M7 DPD PITI Surabaya sebelum meninggalkan lokasi.

Next Page »